Rabu, 19 Agustus 2015

Yoni Situs Kalimaling Pudakpayung Semarang

Yoni Situs Kalimaling Pudakpayung Semarang
19 Agustus 2015
     Mblusuk "Balik Kerjo" bersama Lek Wahid. Blusukan kali ini sangat mendadak. Sekitar jam 12 siang, saya barusan dapat info dari lek wahid. Bahwa di Jl. Pramuka Semarang, alias Pudakpayung ada watu candi dekat sendang. Pikiran saya langsung mengarah sendang yang berada di pinggir Kaligarang di bawah rimbunan bambu itu.
Sendang di Jl. Pramuka Semarang
    Singkat cerita, kami janjian di Jembatan Kaligarang (atau di Jl. Pramuka.) jam 15.30WIB. Tak berapa lama, kebetulan saya datang duluan.      Kami langsung mencoba menuju sendang. Karena informasi berseliweran ; dulunya sendang di pinggir jalan ini tempat mandi putri bangsawan, alias Petirtaan kuno. Namun hanya itu yang masih kami dapati.
   Kemudian kami memutuskan untuk bertanya kepada warga yang sedang kongkow di warung tak jauh dari sendang ini.
    Awalnya harus panjang lebar menjelaskan maksud kami. Sempat dicurigai ingin membawa pergi watu yang katanya dikeramatkan, namun ternyata itu batu hanya berukuran besar saja. Bahkan pemilik warung itu berkata 'nyengit" "Paling arep golek nomer!," celetuk si pemilik warung. Wajar saja ibu itu berpikir sempit, karena tak tahu watu candi yang kami cari fungsinya dulu apa. 
Tb. Rejeki Agung
     Setelah kami tunjukkan watu yang kami cari dan kami hanya mendokumentasikan. "ooh di dekat makam ada watu seperti itu", Tangan Bapak itu sambil menujuk arah. "Kemudian di Kalipepe dan Pakintelan juga ada" tambah beliau.
(Segera kami lakukan pula penelusuran Kalipepe dan Pakintelan Gunungpati) 
    Tak berbasa-basi sambil saya berikan kenang-kenangan stiker dewa siwa. Jadilah kami meluncur ke lokasi. 
Makam Kalimaling
    Menuju Lokasi, yang paling mudah adalah mencari lokasi Hotel Pandawa inn. (gambar nyusul). Kemudian di dekat hotel Pandawa inn tersebut ada Toko Bangunan Rejeki Agung.
    Tepatnya di sebelah Toko bagungan tersebut ada jalan turun. Masuk kira-kira 50m sebelum makam Kalimaling. Ada tanah tegalan/ kebun sengon. Posisi Yoni ada di tengah kebun sengon tersebut.
di Rumah Bapak Sugi.
      Kemudian kami parkir di depan rumah warga, kebetulan salah seorang warga. Beliau Bapak Sugi berkenan mengantar kami menuju Yoni Kalimaling.
   Jalan paling mudah, 'mlipir' melalui rumah tersebut, lewat sampingnya. kemudian tepat ada jalan setapak dibelakang rumah kemudian terlihat Yoni Kalimaling itu, 
Yoni Kalimaling Pudakpayung
      Wajar jika orang tak lagi mengetahui watu kotak berlubang di atas bagian tengahnya itu dulu sebuah benda suci. Sejarah diputus di perjalanan bangsa ini. 

Yoni Kalimaling Pudakpayung

     Yoni adalah landasan lingga yang melambangkan kelamin wanita. Pada permukaan yoni terdapat sebuah lubang berbentuk segi empat di bagian tengah – untuk meletakkan lingga – yang dihubungkan dengan kehadiran candi. 

 Yoni merupakan bagian dari bangunan suci dan ditempatkan di bagian tengah ruangan suatu bangunan suci. Yoni biasanya dipergunakan sebagai dasar lingga. Yoni juga dapat ditempatkan pada ruangan induk candi seperti Candi di Gedong Songo.

     Berdasarkan konsep pemikiran Hindu, Yoni adalah indikator arah letak candi. Bentuk Yoni yang ditemukan di Indonesia pada umumnya berdenah bujur sangkar, sekeliling badan Yoni terdapat pelipit-pelipit, seringkali di bagian tengah badan Yoni terdapat bidang panil. Pada salah satu sisi yoni terdapat tonjolan dan lubang yang membentuk cerat.


     Pada penampang atas Yoni terdapat lubang berbentuk bujur sangkar yang berfungsi untuk meletakkan lingga. 
     Pada sekeliling bagian atas yoni terdapat lekukan yang berfungsi untuk menghalangi air agar tidak tumpah pada waktu dialirkan dari puncak lingga.
     Dengan demikian air hanya mengalir keluar melalui cerat. Bagian-bagian yoni adalah nala (cerat), Jagati, Padma, Kanthi, dan lubang untuk berdirinya lingga atau arca


    Namun Cerat Yoni kalimaling sudah rusak, terlihat kerusakan cerat karena paksaan manusia bukan faktor alam.
Yoni Kalimaling : bukti perusakan
     Bahkan kami sempat melihat ada bukti sisa hasil usaha merusak lebih lanjut dengan melubangi Yoni ini, dengan cara di bor.
     Entah apa maksudnya......
   

Sebelum pulang, kami sempatkan untuk ngobrol dengan Bapak sugi terlebih dulu


Saya dan Lek Wahid:

Salam Pecinta Situs
Save This not only a stone....
Yoni Kalimaling Pudakpayung
     Sampai ketemu di kisah Mbolang Situs selanjutnya,
Mari Kunjungi dan Lestarikan.... 

Gabung yuk...di Grup FB Pecinta Situs DEWA SIWA

1 komentar: